Pj Bupati Barsel Minta Jajaran Jangan Ada Pungli di Pasar Ramadhan

Foto : Permintaan agar jangan sampai ada pungli kepada para pedagang disampaikan oleh Deddy Winarwan pada saat berkunjung ke pasar ramadhan, Rabu (20/3/2024).

LPLHN.News.com – BUNTOK – Pj Bupati Barito Selatan, Deddy Winarwan meminta kepada para jajarannya agar tidak boleh ada oknum yang berani melakukan pungutan liar (pungli) kepada para pedagang di Pasar Ramadhan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Deddy saat berkunjung di pasar ramadhan Plaza Beringin Buntok, Rabu (20/3/2024).

“Kami tadi juga meminta kepada para jajaran, dipastikan jangan ada pungli (dalam bentuk) apapun!” tegas dia.

“Semuanya gratis, supaya para pedagang kecil maupun UMKM bisa mendapatkan untung yang berkah dan masyarakat juga bisa membeli barang dagangan yang murah,” sambungnya.

Sebelumnya, Deddy menerangkan, bahwa pasar ramadhan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memberdayakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Barsel.

“Tadi kita sudah keliling – keliling, kita melihat antusiasme pedagang dan antusiasme juga masyarakat. Mudah – mudahan kegiatan pasar ramadhan ini bisa membawa berkah bagi masyarakat, juga para pedagang – pedagang kecil (UMKM),” harapnya.

Didampingi oleh sejumlah kepala Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) lingkup pemkab Barsel, selesai berkunjung di pasar ramadhan, Deddy bersama rombongan langsung menuju Kodim 1012/Buntok untuk melaksanakan kegiatan buka bersama.(SST)

 

Pj Bupati Barsel Berharap Agar Perayaan Nyepi Menjadi Momen Untuk Intropeksi Diri

Foto : Selain penghargaan sebagai Desa Sadar Hukum, Pemerintah Daerah Barsel juga menyerahkan bantuan kepada Majelis Hindu Kaharingan Desa Mabuan pada perayaan Nyepi 1 Saka 1946 di Mabuan, Selasa (5/3/2024).

LPLHN.News.com – BUNTOK – Melalui sambutannya yang dibacakan oleh Asisten III Setda Barito Selatan, Mirwansyah, Pj Bupati, Deddy Winarwan mengatakan bahwa perayaan nyepi merupakan momen yang baik untuk kontemplasi dan intropeksi diri mengenai tata laku pada tahun – tahun sebelumnya.

Pesan ini dibacakan oleh Mirwansyah saat melakukan Safari Nyepi tahun baru Saka 1946 di Desa Mabuan, Kecamatan Dusun Selatan, Barsel, Selasa (5/3/2024).

“Saya meyakini dengan Hari Suci Nyepi adalah sebagai sumber inspirasi untuk menata perbuatan, perkataan, dan pikiran menjadi Tri Kaya Parisudha (tiga perbuatan yang suci dan bersih) semoga umat Hindu mampu mengendalikan dirinya sendiri dan menghindari perbuatan adharma (sifat kebatilan),” ucapnya.

Hal ini bersesuaian dengan tema perayaan Nyepi Tahun 2024 ini, yakni “SAT CIT ANANDA UNTUK INDONESIA JAYA”.

Sat Cit Ananda berarti kebahagiaan rohani yang tertinggi dibanding dengan kebahagiaan duniawi / material / harta benda untuk Indonesia Jaya.

Tema ini memberikan makna bahwa Sat Cit Ananda adalah sumber dari semua kesadaran dan semua kesempurnaan untuk mencapai tujuan akhir dari perjalanan spiritual dalam agama Hindu.

Sebab kebahagiaan yang universal dalam ajaran agama Hindu, yaitu kita harus mementingkan kebahagiaan rohani agar Indonesia semakin jaya.

Perayaan Hari Raya Nyepi memberikan pemahaman akan pentingnya toleransi dalam kehidupan manusia.

Arti Hari Raya Nyepi lekat dengan kehidupan. Melakukan perenungan diri merupakan salah satu proses untuk memperoleh kesiapan hidup di tahun yang baru.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan Perayaan Hari Raya Nyepi hendaknya dapat dipetik dan dimanfaatkan sebagai pedoman hidup dalam menjalin hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan sesama manusia, dan hubungan antara manusia dengan alam, agar kebahagiaan dan kedamaian senantiasa memayungi Bangsa Indonesia khususnya untuk Kabupaten Barito Selatan yang kita cintai,” imbuhnya.

“Hari Raya Nyepi merupakan bagian dari upaya pembersihan diri, pembersihan bumi atau alam semesta agar tidak menimbulkan bencana bagi umat manusia,” sambung dia.

Maka dari itu, dikatakan Deddy, perayaan Nyepi menjadi momen yang sangat baik untuk melakukan kontemplasi dan intropeksi diri mengenai tata laku yang telah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.

“Hari Raya Nyepi hendaknya memberikan inspirasi kepada kita untuk selalu menjaga keharmonisan hidup dalam menuju jalan kebahagiaan,” sampaikan Deddy lagi.

Sebagaimana umat Hindu diajarkan untuk menjaga keharmonisan dengan prinsip semua manusia bersaudara karena kita semua berasal dari sumber yang sama yaitu dari Tuhan Yang Maha Esa.

Melalui catur yoga marga yaitu empat jalan dalam upaya menyatukan atman yang berada di relung jiwa dengan sang brahman. Keempat jalan ini sebagai upaya menyadari kebenaran tertinggi guna mencapai kebahagiaan yang universal itulah Sat Cit Ananda.

“Namun harus diingat usaha ini tidak dapat dilakukan dengan terburu-buru, namun harus dilakukan secara alami. Semakin mengejar, maka semakin jauh pula realitas tertinggi untuk dicapai,” pesan Deddy.

Tidak lupa, sebelum mengakhiri sambutan itu, Pj Bupati juga mengucapkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Barito Selatan khususnya Desa Mabuan Kecamatan Dusun Selatan karena telah mengikuti pelaksanaan pesta demokrasi pada tanggal 14 Februari 2024 dengan tertib, damai dan berlangsung kondusif.

“Siapapun yang akan terpilih menjadi Pemimpin Negara ini, kita doakan semoga apa yang telah kita usahakan dalam memilih Pemimpin, mendapatkan Pemimpin yang adil, amanah, bertanggung jawab, yang mencintai dan dicintai oleh rakyatnya,” ajaknya.

“Teruslah bekerja dengan baik, tingkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, daerah, bangsa dan negara. Mari kita berkomitmen bahagia, bahwa kemajuan dan kesejahteraan masyarakat merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.(SST)

Fasilitas Keagamaan Hindu Diharapkan Mendapat Perhatian

Foto : Pemdes Mabuan berharap agar fasilitas keagamaan Hindu Kaharingan juga mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.

LPLHN.News.com – BUNTOK – Pemerintah desa Mabuan, Kecamatan Dusun Selatan, berharap supaya fasilitas keagamaan Hindu juga mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.

“Kami berharap agar fasilitas kegamaan Hindu Kaharingan yang ada di desa Mabuan ini, bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah,” disampaikan oleh Kepala Desa Mabuan, Youstriaseng, di sela kegiatan Safari Nyepi di desa Mabuan, Selasa (5/3/2024).

Harapan tersebut dia sampaikan, dikarenakan selama dua tahun ini Majelis Hindu Kaharingan Mabuan belum lagi mendapatkan dana untuk pembiayaan pembangunan gedung Balai Basarah (rumah ibadah) mereka, yang sampai saat ini kondisinya masih berupa rangka bangunan.

Padahal umat Hindu merupakan salah satu agama mayoritas di desa yang hanya berjarak kurang lebih 10 Km dari pusat kota Buntok tersebut.

“Kasihan mereka (umat Hindu) itu, dua tahun ini belum dapat merampungkan Balai Basarah mereka, dikarenakan terkendala pembiayaan,” imbuhnya.

Sebelumnya, pria yang merupakan lulusan sarjana pendidikan Universitas Palangka Raya (Unpar) ini, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten Barsel yang berkenan hadir ke desa yang terkenal dengan buah – buahan musiman itu.

“Terima kasih kepada pemerintah daerah dan seluruh unsur Forkopimda Barsel yang telah berkenan hadir di desa mabuan, dalam rangka Safari Nyepi tahun 2024 ini,” ucap Youstriaseng.

Tidak lupa, dia juga menyampaikan, bertepatan dengan hari raya Nyepi ini, pemdes Mabuan mengharapkan supaya perayaan ini bisa menjadi momentum dan contoh bagi daerah – daerah lainnya di seluruh Kalimantan Tengah dan Indonesia pada umumnya, bahwa toleransi antar umat beragama perlu dijunjung tinggi untuk merawat persatuan dan kesatuan bangsa.

Menjadi desa yang memiliki masyarakat kurang lebih 600 jiwa dalam keberagaman agama, seperti Hindu, Kristen Protestan, Islam, Katolik dan Pantekosta di wilayah yang hanya seluas 1 Km persegi, desa Mabuan merupakan contoh nyata persaudaraan tanpa perpecahan meskipun berbeda kepercayaan dan pendapat.

“Kita ingin supaya momentum ini, kita ingin Mabuan bisa menjadi contoh bagi desa – desa maupun daerah lainnya di Kalteng dan bahkan di seluruh Indonesia, bahwa toleransi antar umat beragama itu sangat penting, sebagai pondasi kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa,” tukasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Majelis Hindu Kaharingan Desa Mabuan, Erin, yang mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah daerah Barsel yang sudah berkenan hadir di desa tersebut dalam rangka memperingati hari raya Nyepi tahun 2024 ini.

Dia berharap agar dengan momentum tersebut, seluruh agama bisa mendapatkan perhatian yang sama dari pemerintah, sehingga berdampak kepada semakin tumbuhnya rasa percaya dan rasa saling menyayangi di antara umat beragama.

“Dengan meratanya perhatian pemerintah terhadap seluruh agama, diharapkan bukan sekedar mampu memupuk rasa toleransi, namun juga bisa menumbuhkan rasa persaudaraan dan kasih sayang di antara umat beragama, sehingga tidak ada lagi perpecahan hanya dikarenakan perbedaan kepercayaan,” terangnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Asisten III Setda Barsel, Mirwansyah dan beberapa unsur Forkopimda Barsel.

Pada kesempatan tersebut, pemkab Barsel juga menyerahkan penghargaan kepada desa Mabuan sebagai desa Sadar Hukum.(SST)