Pemkab Barsel Kick Off PBJ Virtual

Foto : Pemkab Barsel ikuti pelaksanaan kick off pengadaan barang dan jasa secara virtual.
LPLHN.News.com, BUNTOK – Pemkab Barito Selatan mengikuti Kick Off penandatanganan kontrak pengadaan barang dan jasa Pemerintah secara kolektif yang dilaksanakan Pemprov Kalteng diikuti seluruh Pemkab secara Virtual, Selasa 30 Januari 2024.

Rapat melalui online tersebut untuk mendengarkan arah dan paparan dari Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran dan sejumlah pejabat lainnya, untuk mengawali pembangunan di tahun 2024 melalui pengadaan barang dan jasa dengan dilaksanakannya Kick Off Penandatanganan Barang/Jasa Secara Kolektif Tahun Anggaran 2024.

Hadir pada acara tersebut Sekretaris Daerah Edy Purwanto, Forkopimda dan para Asisten Setda serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Barsel.

Kick Off penandatanganan barang/jasa pemerintah diharapkan mampu jadi pemicu bagi pelaku pengadaan barang dan jasa khususnya pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran/pejabat pembuat komitmen untuk berkomitmen melaksanakan pengadaan barang jasa pemerintah yang strategis paling lambat akhir triwulan I tahun anggaran berjalan dengan tujuan memaksimalkan serapan anggaran pemerintah sebelum akhir tahun anggaran.

“Hari kita lelah mengikuti bersama kegiatan Kick Off penandatanganan kontrak barang dan jasa dari Pemprov Kalteng, jadi ini awal dari seluruh kegiatan atau awal aktifitas pengadaan barang dan jasa tingkat provinsi sampai tingkat kabupaten dan kota,” kata Sekda Edy Purwanto.

Barsel, imbuh dia, sudah mengikuti kegiatan ini dan ada 5 kegiatan pekerjaan yang akan kita awali pada tahun ini dan kita berharap menjadi awal dari program pelaksanaan lebih lanjut di Barsel.

“Karena pada tahun ini, Alhamdulilah anggaran kita cukup signifikan naik. Semoga program pembangunan kita di Barsel bisa berjalan dengan cepat, tepat, dan sesuai dengan aturan, “ ujarnya.

Dia menambahkan, untuk mengawali pekerjaan terlebih dahulu didahulukan paket yang penunjukan langsung (PL), untuk pekerjaan kontrak beser atau tender memerlukan proses masing-masing, dinas harus mengantri terlebih dahulu di Sirup kemudian membuat persyaratan melengkapi persyaratan termasuk membuat kerangka acuan kerja. Kemudian mengusulkannya untuk proses lelang lebih lanjut.

“Saya mengharapkan kepada seluruh pelaku pengadaan barang/jasa pemerintah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya untuk bekerja dengan baik dan benar demi mewujudkan pembangunan yang kebih baik lagi di Barsel,“ ucap dia.

Jarliansyah : Perusahaan Swasta Wajib Bantu Masyarakat Terdampak Banjir

Foto : Jarliansyah.
LPLHN.News.com – BUNTOK – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Barito Selatan, Jarliansyah, meminta kepada para pihak swasta agar turut serta membantu warga di wilayah kerja mereka masing-masing yang menjadi korban terdampak banjir.

Permintaan ini disampaikan oleh Jarliansyah, dikarenakan prihatin dengan kondisi di mana saat ini banjir semakin yang meluas di wilayah kabupaten bersemboyan Dahani Dahanai Tuntung Tulus itu.

“Kita minta supaya pihak swasta, seperti perusahaan tambang batu bara ataupun perusahaan lainnya yang beroperasi di wilayah Barsel ini, bisa turut andil membantu masyarakat yang terdampak banjir,” ucapnya.

Sebab, dijelaskan oleh politisi PDI Perjuangan ini, kehadiran perusahaan swasta di daerah bukan hanya diharapkan bisa memberikan dampak penyerapan tenaga kerja saja, melainkan juga bisa membantu meringankan beban masyarakat dan meningkatkan kualitas SDM melalui program Cooporate Social Responsibility (CSR) mereka.

“Apalagi perusahaan – perusahaan besar seperti tambang batu bara ini, kan juga mempunyai dana CSR. Dana itu selain digunakan sebagai peningkatan SDM dan fasilitasi bagi masyarakat di wilayah kerja mereka, kan harusnya bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang saat ini terkena musibah seperti banjir ini,” imbuhnya, Rabu (24/1/2024).

“Kita sangat membutuhkan bantuan mereka, untuk meringankan beban masyarakat, jangan hanya pemerintah daerah yang bergerak,” tambah Jali menegaskan.

Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barsel, Rabu (24/1/2024) tercatat sebanyak kurang lebih 72.930 jiwa dari 22.999 Kepala Keluarga (KK) warga di 60 desa dan kelurahan yang ada di lima kecamatan, Kabupaten Barito Selatan menjadi korban terdampak banjir.

Ada 11.091 bangunan rumah yang saat ini terendam banjir, yaitu di kecamatan Dusun Selatan sebanyak 6.397 rumah, Dusun Hilir 1.094 rumah, Dusun Utara 1.933 rumah, Jenamas 69 rumah dan terakhir di Karau Kuala sebanyak 1.598 rumah.

Selain bangunan rumah warga, sejumlah bangunan lainnya seperti jalan, pasar, rumah ibadah, sekolah, kantor pelayanan pemerintah desa dan bangunan pelayanan kesehatan juga ada yang sudah terendam banjir.

Sementara itu, untuk debit air di setiap wilayah bervariasi, yakni berkisar antara 30 cm sampai dengan yang paling tinggi adalah 200 cm.

Lebih Dari 70 Ribu Penduduk Barsel Terdampak Banjir

Foto : Lebih dari 70 ribu penduduk Barsel terdampak banjir.
LPLHN.News.com – BUNTOK – Tercatat sebanyak kurang lebih 72.930 jiwa dari 22.999 Kepala Keluarga (KK) warga di 60 desa dan kelurahan yang ada di lima kecamatan, Kabupaten Barito Selatan menjadi korban terdampak banjir yang diakibatkan meluapnya sungai Barito.

Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barsel, Rabu (24/1/2024) ada setidaknya 11.091 bangunan rumah yang saat ini terendam banjir, yaitu di kecamatan Dusun Selatan sebanyak 6.397 rumah, Dusun Hilir 1.094 rumah, Dusun Utara 1.933 rumah, Jenamas 69 rumah dan terakhir di Karau Kuala sebanyak 1.598 rumah.

Selain bangunan rumah warga, sejumlah bangunan lainnya seperti jalan, pasar, rumah ibadah, sekolah, kantor pelayanan pemerintah desa dan bangunan pelayanan kesehatan juga ada yang sudah terendam banjir.

Sementara itu, untuk debit air di setiap wilayah bervariasi, yakni berkisar antara 30 cm sampai dengan yang paling tinggi adalah 200 cm.

Diterangkan oleh Kepala BPBD Barsel, Alip Suraya, guna penanganan dampak banjir, saat ini pemerintah daerah sudah menyiapkan posko banjir yang ditempatkan di Taman Iring Witu kota Buntok.

Foto : Selain rumah warga, banjir juga turut merendam sejumlah fasilitas pelayanan kentor pemerintah desa, kesehatan, jalan, pasar, sekolah dan rumah ibadah.

“Sementara baru di tingkat Kabupaten mas, di Iring Witu. Kegiatannya dapur umum , pengobatan gratis, evakuasi dan penyelamatan korban banjir, bagi sembako dan logistik bagi masyarakat terdampak banjir,” terangnya.

“Instruksi bupati semua kecamatan diintruksikan membuka Posko bagi pengungsi banjir,” beber Alip mengakhiri.

Ribuan Warga Damparan Terdampak Banjir

Foto : Ratusan rumah di desa Damparan, Dusun Hilir terendam banjir.
LPLHN.News.com – BUNTOK – Sebanyak 803 Kepala Keluarga atau sejumlah 2.504 jiwa di enam RT penduduk Desa Damparan, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan menjadi korban terdampak langsung banjir yang kini sudah mencapai ketinggian satu meter lebih.

Berdasarkan data yang dilaporkan oleh pemerintah desa Damparan per hari Selasa (23/1/2024), ketinggian air mengalami peningkatan sedikitnya 3 Cm.

Setidaknya ada 27 rumah yakni 7 unit di RT 01, 13 unit di RT 02, 2 rumah di RT 04, 1 rumah di RT 06, 2 di RT 07 dan 2 rumah lainnya di RT 08 kini sudah terendam air.

Selain itu, sejumlah fasilitas lainnya seperti pasar, masjid satu unit, bangunan sekolah dua unit, kantor BPD, kantor PLN dan kantor desa juga sudah terendam oleh air banjir.

“Selain itu, dua jalan utama di desa juga sudah direndam air, tidak bisa lagi dilewati menggunakan kendaraan,” terang Kepala Desa Damparan, Samsudin, Selasa (23/1/2024).

“Data ini sudah kita serahkan ke pihak kecamatan untuk diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barsel, sebagai bahan untuk penanganan dampak banjir,” bebernya menambahkan.

Selanjutnya, Samsudin juga menjelaskan bahwa dikarenakan banjir ini, masyarakat tidak bisa lagi beraktifitas mencari nafkah.

“Kita berharap agar bantuan bisa segera disalurkan oleh pemerintah daerah, karena saat ini warga tidak bisa lagi beraktifitas mencari nafkah,” ungkapnya.

“Semoga saja musibah ini bisa cepat berlalu, sehingga masyarakat bisa kembali mencari nafkah secara normal,” harap Samsudin mengakhiri.

Banjir Rendam Ratusan Ha Lahan Pertanian, Farid Yusran Minta PJ Bupati Barsel Tetapkan Tanggap Darurat

Foto : Direndam banjir yang semakin meningkat, sejumlah titik di ruas jalan akses menuju kota Buntok dari arah Palangka Raya di ruas Desa Lembeng dan Mabuan, mengalami putus dan harus dikawal oleh masyarakat setempat, BPBD, TNI dan Polri agar bisa dilewati dengan aman.

LPLHN.News.com – BUNTOK – Prihatin terhadap kondisi ribuan kepala keluarga (KK) yang kehilangan mata pencaharian terdampak banjir, ketua DPRD Kabupaten Barito Selatan, Ir. HM. Farid Yusran meminta kepada PJ Bupati setempat untuk segera menetapkan status tanggap darurat.

Permintaan ini disampaikan oleh Farid kepada awak media melalui sambungan telpon, Senin (22/1/2024).

Dijelaskan dia, sejak beberapa pekan ini, banjir semakin meluap dan merendam sebagian besar desa yang berada di bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito.

Hal ini sambungnya, mengakibatkan sejumlah besar masyarakat Barsel yang berprofesi sebagai petani dan pekebun menjadi kehilangan mata pencaharian mereka, karena baik itu sawah padi, kebun karet maupun kebun rotan yang menjadi sumber usaha utama masyarakat semua ikut terendam.

“Kita minta kepada PJ Bupati supaya segera menetapkan tanggap darurat banjir, supaya Pemda bisa cepat memberikan bantuan kepada masyarakat,” ucapnya.

“Karena kasihan ini masyarakat ke sana ke mari mencari, mengeluh tidak bisa berusaha, sebab semua kabun karet, kebun rotan dan sawah padi mereka terendam banjir, jadi tidak bisa dipanen,” sambung Farid menjelaskan.

Apalagi menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Barsel itu, saat ini kondisi curah hujan terutama di wilayah Kalimantan Tengah dan khususnya di DAS Barito mengalami peningkatan, sehingga dikhawatirkan akan mengakibatkan banjir yang lebih berkepanjangan.

Sementara itu, berdasarkan pantauan awak media, kondisi air di DAS Barito hingga hari Senin (22/1/2024) memang masih mengalami peningkatan, bahkan sejumlah persawahan dan perkebunan masyarakat di beberapa desa di Kecamatan Dusun Utara, Dusun Selatan, Dusun Hilir serta Karau Kuala sudah direndam banjir.

Bahkan sejumlah titik di jalan akses menuju kota Buntok, baik itu di ruas desa Lembeng maupun desa Mabuan kini sudah mulai menggunakan getek (kelotok kecil) atau gerobak untuk menyeberangkan kendaraan roda dua karena direndam banjir.(sst)

 

 

Farid Yusran Minta Pj. Bupati Barsel Tetapkan Tanggap Darurat Banjir

Foto : Banjir rendam sejumlah ruas jalan menuju arah Buntok, Barsel.
LPLHN.News.com – BUNTOK – Prihatin terhadap kondisi ribuan kepala keluarga (KK) yang kehilangan mata pencaharian terdampak banjir, ketua DPRD Kabupaten Barito Selatan, Ir. HM. Farid Yusran meminta kepada PJ Bupati setempat untuk segera menetapkan status tanggap darurat.

Permintaan ini disampaikan oleh Farid kepada awak media melalui sambungan telpon, Senin (22/1/2024).

Dijelaskan dia, sejak beberapa pekan ini, banjir semakin meluap dan merendam sebagian besar desa yang berada di bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito.

Hal ini sambungnya, mengakibatkan sejumlah besar masyarakat Barsel yang berprofesi sebagai petani dan pekebun menjadi kehilangan mata pencaharian mereka, karena baik itu sawah padi, kebun karet maupun kebun rotan yang menjadi sumber usaha utama masyarakat semua ikut terendam.

“Kita minta kepada PJ Bupati supaya segera menetapkan tanggap darurat banjir, supaya Pemda bisa cepat memberikan bantuan kepada masyarakat,” ucapnya.

“Karena kasihan ini masyarakat ke sana ke mari mencari, mengeluh tidak bisa berusaha, sebab semua kabun karet, kebun rotan dan sawah padi mereka terendam banjir, jadi tidak bisa dipanen,” sambung Farid menjelaskan.

Apalagi menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Barsel itu, saat ini kondisi curah hujan terutama di wilayah Kalimantan Tengah dan khususnya di DAS Barito mengalami peningkatan, sehingga dikhawatirkan akan mengakibatkan banjir yang lebih berkepanjangan.

Sementara itu, berdasarkan pantauan awak media, kondisi air di DAS Barito hingga hari Senin (22/1/2024) memang masih mengalami peningkatan, bahkan sejumlah persawahan dan perkebunan masyarakat di beberapa desa di Kecamatan Dusun Utara, Dusun Selatan, Dusun Hilir serta Karau Kuala sudah direndam banjir.

Bahkan sejumlah titik di jalan akses menuju kota Buntok, baik itu di ruas desa Lembeng maupun desa Mabuan, Kecamatan Dusun Selatan, kini sudah mulai menggunakan getek (kelotok kecil) atau gerobak untuk menyeberangkan kendaraan roda dua karena direndam banjir.