Foto : Digelar selama tiga hari, 27-29 Oktober 2023, open turnamen menembak Daha Tutu Cup II tidak hanyak diikuti oleh peserta yang hadir dari Barsel namun juga dari beberapa daerah di Kalteng, Kaltim dan Kalsel.
LPLHN.News.com – BUNTOK – Open turnamen menembak Daha Tutu Cup II yang digelar oleh Pengurus Kabupaten Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Barito Selatan akhirnya resmi ditutup, Minggu (29/10/2023).
“Alhamdulilah hari ini penutupan perlombaan menembak Daha Tutu Cup II 2023,” ucap Ketua Panitia Kejuaraan, dr. Yardi Nazar usai penutupan turnamen di Stadion Batuah Buntok.
Ia mengatakan, event yang dilangsungkan selama tiga hari yakni 27-29 Oktober 2023 itu berjalan dengan lancar dan sukses.
“Tadi juga sudah diumumkan pemenangnya, baik di kelas pelajar kelas lokal umum dan kelas open,” terang dia.
Animo masyarakat terhadap turnamen ini sangat luar biasa, terbukti jumlah peserta perlombaan menembak tahun 2023 ini lebih banyak hampir tiga kali lipat dibandingkan pada tahun 2022 kemarin.
Apalagi tahun ini Pengkab Perbakin Barsel juga memberikan ruang khusus bagi tingkat pelajar maupun lokal umum.
“Ini juga sesuai harapan dari tujuan lomba, yakni untuk penjaringan mencari Bibir bibit penembak khususnya pelajar,” sebut Yardi.
“Harapan kami, klub menembak yang ada di Barsel lebih banyak lagi, karena klub yang ada di Barsel saat ini masih ada sekitar 6 klub. Mudah-mudah dengan digelarnya Daha Tutu Cup II 2023 ini, menarik peminat para peserta penembak yang ada di Barsel. Semoga tahun depan lebih banyak lagi pesertanya,” harap dia menambahkan.
Sementara itu, Komisi Juri Perbakin Kalteng, Helmy Zulkarnain menyampaikan, untuk Perbakin Barsel dan panitia pelaksana sudah mempersiapkan jauh-jauh hari dan sudah cukup baik.
“Mereka juga sudah memiliki sarpras standar untuk kejuaraan ini. Kami dari Pengprov Perbakin sangat berterimakasih kepada Perbakin Barsel dan ke depannya akan terus berlanjut, berjenjang dan bisa ‘menelurkan’ lagi bibit-bibit atlet terutama lokal, pelajar dan lokal umum di internal Perbakin Barsel,” paparnya.
Ia berharap program keja Perbakin Barsel terus berlanjut dan terus membina atlet muda, dan pelajar, karena di cabang olahraga menembak agak susah menjaring atlet di kelas pelajar.
“Kegiatan ini sangat baik menarik peminat pelajar serata anak muda dan berpotensi di cabor menembak ini juga peluangnya cukup luas untuk ber prestasi,” pungkasnya.(sst)
Foto : Sekmum Pengkab Perbakin Barsel, Zulkarnain Masdiputra berharap agar tahun 2024 mendatang jumlah peserta open turnamen menembak di kelas pelajar bisa bertambah lebih banyak lagi.
LPLHN.News.com – BUNTOK – Ketua Pengurus Kabupaten Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Barito Selatan, Ir. HM. Farid Yusran melalui Sekretaris Umum, Zulkarnain Masdiputra, berharap agar jumlah peserta di kelas pelajar pada turnamen menembak Daha Tutu Cup tahun depan bisa lebih banyak dari tahun 2023 ini.
Hal tersebut, disampaikan oleh Zulkarnain usai penutupan penyelenggaraan open turnamen menembak Daha Tutu Cup II di Stadion Batuah Buntok, Barsel, Minggu (29/10/2023).
“Perbakin Barsel mengucapkan terima kasih, dan semua rangkaian pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir, sampai penutupan sangat bagus dan luar biasa, solid dan semua teman-teman pada kompak, dan tahun 2024 kita tingkatkan supaya lebih bagus lagi,” apresiasinya.
Selanjutnya, dia berharap agar pada penyelenggaraan turnamen menembak tahun berikutnya nanti, jumlah peserta pelajar baik yang masih duduk di bangku SMP maupun yang di bangku SMA bisa lebih banyak lagi dari tahun 2023 ini.
Dijelaskan Zul, kenapa jumlah peserta di usia pelajar sangat diharapkan bisa lebih banyak, dikarenakan sangat dibutuhkan untuk menjaring bibit-bibit muda yang kelak bisa dijadikan atlet menembak andalan Barsel baik di tingkat regional maupun di skala nasional.
“Khusus untuk kalangan pelajar SMP maupun SMA sederajat di Barito Selatan, kami berharap di tahun 2024 nanti semua kalau bisa ikut berkontribusi, minimal di 200 sampai 250 peserta,” imbuhnya.
Pada turnamen menembak Daha Tutu Cup II 2023 ini sendiri, selain mempertandingkan kelas open turnamen dan lokal umum, panitia penyelenggara juga mempertandingkan dua jenis lomba untuk kelas pelajar, yaitu air rifle hunting pompa/spring visir 3 posisi 17 meter dan air rifle hunting pompa/spring scope 3 posisi 27 meter.
Namun sayangnya pada turnamen tahun 2023 ini, jumlah peserta yang ikut dalam kelas pelajar masih terbilang sedikit, yakni hanya 17 peserta.
Dari 17 peserta yang ikut dalam turnamen, keluar sebagai juara I kelas pelajar kategori air rifle hunting pompa/spring 3 posisi 17 meter adalah, Dimas Aditya, juara II Fannisa dan juara III Aldi Saputra.
Sementara di kategori metal silhouette 3 posisi 27 meter, keluar sebagai juara I adalah Fannisa, juara II Ahmad Fitriadi E dan juara III adalah Eggi Pramaniati.(sst)
Foto : Berlansung selama tiga hari, 27-29 oktober 2023, open turnamen menembak Daha Tutu Cup II disambut antusias oleh masyarakat.
LPLHN.News.com – BUNTOK – Para atlet yang ikut serta dalam penyelenggaraan turnamen menembak Daha Tutu Cup II mengaku sangat puas.
Diselenggarakan selama tiga hari yakni tanggal 27-29 Oktober 2023, turnamen yang memperebutkan hadiah total Rp62 juta tersebut resmi ditutup Minggu (29/10/2023).
Pada penutupan yang dilaksanakan di lapangan Stadion Batuah Buntok, Kabupaten Barito Selatan itu, panitia penyelenggara langsung melaksanakan penyerahan hadiah, tropi dan piagam kepada para atlet yang menjadi juara.
Saat diwawancara usai ceremony penyerahan tropi, sejumlah atlet yang ikut dalam pertandingan mengaku puas dengan penyelenggaraan turnamen menembak yang diinisiasi oleh pengurus kabupaten Persatuan menembak Indonesia (Perbakin) Barsel tersebut.
“Turnamen Daha Tutu II sangat luar biasa, mudah-mudahan ke depannya ada Daha Tutu ketiga, insya Allah mungkin lebih rame lagi,” ucap H. Hamzal salah satu peserta open turnamen yang berasal dari Kalimantan Timur tersebut.
“(Kinerja panitia) Sangat luar biasa, saya sangat puas. Mudah-mudahan nanti di Daha Tutu Cup III akan ada lebih banyak peserta dari luar daerah, dari Jawa, Sumatera, kedepannya saya berharap lebih sukses lagi,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu peserta asal Palangka Raya, Fadil, mengaku bahwa selama tiga hari pelaksanaan open turnamen menembak Daha Tutu Cup II ini, bahwa pelayanan yang diberikan oleh panitia penyelenggara sudah sangat baik dan memuaskan. Dan standar keamanaan lomba menembak menurut dia sudah terpenuhi.
“Dalam lomba menembak ini, alhamdulillah tiga hari berjalan dengan lancar dan baik tidak ada kendala. Pelayanan panitia sudah sangat baik dalam pelaksanaan ini, sudah sangat safety, dan sangat puas saya sebagai peserta, terima kasih,” imbuhnya.
Pada turnamen yang diikuti oleh 112 peserta yang datang dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah itu, keluar sebagai juara satu kelas open turnamen di kategori resurt benchrest 25 meter WRABF, keluar sebagai juara I adalah H. Hamzal dari Kaltim, juara II, Erwanto Yohanes dari kabupaten Katingan, Kalteng dan juara III diraih oleh Hayat peserta asal Balangan, Kalsel.
Sementara di kategori multirange standing 18-41 meter yang keluar sebagai juara I adalah Fadil asal Palangka Raya, Kalteng, juara II diraih oleh Thohir asal Kaltim dan juara tiga diraih oleh Agung asal Banjarbaru, Kalsel.
Pada kategori metal silhouette 3 posisi 33 meter, kembali yang keluar sebagai juara I adalah Fadil asal Palangka Raya, juara II Gauden asal Katingan dan juara III diraih oleh Iwan asal Kalsel.
Sedangkan untuk kelas lokal umum metal silhouette 3 posisi 33 meter adalah M. Ade. P, juara dua Turai Rama Nabela dan juara tiga adalah Rio Umbara.
Di kategori metal silhouette 3 posisi 27 meter yang keluar sebagai juara I adalah Nanda Saputra, juara II Sunjaya dan juara III, Sigit.
Selanjutnya untuk kelas pelajar kategori kategori air rifle hunting pompa/spring 3 posisi 17 meter juara I adalah Dimas Aditya, juara II Fannisa dan juara III Aldi Saputra.
Sementara di kategori metal silhouette 3 posisi 27 meter, keluar sebagai juara I adalah Fannisa, juara II Ahmad Fitriadi E dan juara III adalah Eggi Pramaniati.
Sementara itu untuk kelas tambahan yakni kategori pistol presisi 25 meter, keluar sebagai juara I adalah Sigit Nugroho, juara II Debi. E dan juara III adalah Fauzan.(sst)
Foto : Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyayangkan adanya peristiwa ketidaktaatan politik yang dipadukan dengan rekayasa MK, untuk memuluskan ambisi kekuasaan sekelompok orang.
LPLHN.News.com -JAKARTA – Sekretaris Jendral DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengaku sedih dengan adanya peristiwa Political Disobedience (Ketidaktaatan Politik) yang dipadukan dengan indikasi rekayasa hukum oleh Mahkamah Konstitusi (MK) untuk memenuhi ambisi kekuasaan suatu kelompok dan golongan.
Dalam rilis resminya, Minggu (29/10/2023), Hasto mengatakan bahwa PDI Perjuangan saat ini dalam suasana sedih, luka hati yang perih dan berpasrah pada Tuhan dan Rakyat Indonesia atas apa yang terjadi saat ini.
“Ketika DPP Partai bertemu dengan jajaran anak ranting dan ranting sebagai struktur Partai paling bawah, banyak yang tidak percaya bahwa ini bisa terjadi,” ungkapnya.
“Kami begitu mencintai dan memberikan privilege yang begitu besar kepada Presiden Jokowi dan keluarga, namun kami ditinggalkan karena masih ada permintaan lain yang berpotensi melanggar pranatan (peraturan) kebaikan dan Konstitusi,” sambung dia.
“Pada awalnya kami hanya berdoa agar hal tersebut tidak terjadi, namun ternyata itu benar-benar terjadi” ucapnya sedih.
Menurut dia, seluruh simpatisan, anggota dan kader Partai sepertinya belum selesai rasa lelahnya setelah berturut-turut bekerja dari 5 Pilkada dan 2 Pilpres.
“Itu wujud rasa sayang kami. Pada awalnya kami memilih diam. Namun apa yang disampaikan Butet Kartaredjasa, Goenawan Muhammad, Eep Syaifullah, Hamid Awaludin, Airlangga Pribadi dll beserta para ahli hukum tata negara, tokoh pro demokrasi dan gerakan civil society, akhirnya kami berani mengungkapkan perasaan kami” bebernya.
Ditegaskannya, PDI Perjuangan percaya bahwa Indonesia ini negeri dimana rakyatnya bertaqwa kepada Tuhan.
“Indonesia negeri spiritual. Di sini moralitas, nilai kebenaran, kesetiaan sangat dikedepankan. Apa yang terjadi dengan seluruh mata rantai pencalonan Mas Gibran, sebenarnya adalah political disobidience terhadap konstitusi dan rakyat Indonesia. Kesemuanya dipadukan dengan rekayasa hukum di MK” sayangkan Hasto.
Meskipun tidak dijelaskan secara terperinci, dia mengaku menerima pengakuan dari sejumlah ketua umum partai yang merasa kartu truf-nya telah dipegang dan dijadikan alat oleh oknum untuk memberi tekanan terhadap mereka.
“Saya sendiri menerima pengakuan dari beberapa ketua umum partai politik yang merasa kartu truf-nya dipegang. Ada yang mengatakan life time saya hanya harian; lalu ada yang mengatakan kerasnya tekanan kekuasaan,” bongkarnya.
“Semoga awan gelap demokrasi ini segera berlalu, dan rakyat Indonesia sudah paham, siapa meninggalkan siapa demi ambisi kekuasaan itu,” pungkas Hasto berharap.(sst)
Foto : Sebanyak 112 peserta yang mendaftar pada open turnamen Daha Tutu Cup II tahun 2023 mulai dipertandingkan, Jumat (27/10/2023).
LPLHN.News.com – BUNTOK – Open turnamen menembak bertajuk Daha Tutu Cup II kabupaten Barito Selatan tahun 2023 resmi dimulai, Jumat (27/10/2023).
Pertandingan pembukaan turnamen menembak yang digelar oleh Pengurus Kabupaten Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Barsel ini, dilangsungkan di Lapangan Stadion Batuah, Buntok, Kecamatan Dusun Selatan, Barsel.
Diterangkan oleh ketua Panitia, dr. Yardi Nazar, pada penyelenggaraan turnamen kali ini antusiasme masyarakat meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Pada penyelenggaraan tahun 2023 ini, turnamen yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp62 juta tersebut diikuti oleh 105 orang peserta, yakni 17 orang kelas open turnamen, 64 orang kelas lokal umum dan 24 orang di kelas pelajar.
“Alhamdulillah jumlah peserta pada turnamen kali ini lebih banyak hampir tiga kali lipat dibanding tahun kemaren,” ucapnya.
Yardi berharap dengan semakin meningkatkan jumlah peserta ini, terutama dari kalangan pelajar, bisa lebih mempermudah Pengurus Perbakin Barsel untuk menemukan bibit-bibit atlet menembak yang unggul dari daerah bersemboyan Dahani Dahanai Tuntung Tulus itu.
“Dengan semakin banyaknya peserta yang mengikuti kelas pelajar dan lokal umum, diharapkan bisa memberikan dampak bagi perkembangan dan peningkatan minat olahraga menembak di Barsel,” sebut dia.
“Selain itu, dengan adanya turnamen ini, Perbakin diharapkan bisa menemukan bibit-bibit atlet menembak baru yang bisa diunggulkan sebagai andalan daerah, baik itu di kancah regional maupun di skala nasional,” terang Yardi menambahkan.
Pada laga pembukaan, ada dua kelas yang dipertandingkan, yakni lokal umum dan kelas pelajar yang akan dilangsungkan selama dua hari yaitu tanggal 27 – 28 Oktober 2023 di Stadion Batuah Buntok.
Sementara itu, untuk kelas open turnamen akan dilaksanakan di lapangan tembak Polres Barsel di Sababilah pada hari Minggu (29/10/2023).(sst)
Foto : Berhadiah total Rp62 juta, open turnamen Daha Tutu Cup II diprediksi akan diikuti oleh kurang lebih 200 peserta.
LPLHN.News.com – BUNTOK – Pengurus Kabupaten Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Barito Selatan, Kalimantan Tengah, kembali menggelar open turnamen menembak di wilayah setempat.
Open turnamen yang diberi judul “Daha Tutu Cup II” ini, direncanakan diselenggarakan selama tiga hari yakni tanggal 27 – 29 Oktober 2023 di lapangan Stadion Batuah Buntok dan lapangan tembak Polres Barsel di Sababilah, Kecamatan Dusun Selatan.
Diterangkan oleh Ketua panitia turnamen, dr. Yardi Nazar, ada beberapa kategori yang diperlombakan, yaitu air rifle/PCP 25 m WRABH HP benrest target, multirange standing PCP 18-41 m, metal silhouette triposs PCP 33 m dan tembak presisi 25 m.
Untuk open turnamen, dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp200 ribu, dengan pendaftaran ulang (remedial) bebas sebesar Rp100 ribu, tembak presisi Rp250 ribu dan daftar ulang bebas Rp150 ribu.
Selain itu, panitia juga menyelenggarakan lomba menembak air rifle hunting pompa/spring visir 3 posisi 17 meter dan air rifle hunting pompa/spring scope 3 posisi 27 meter untuk kelas pelajar, sementara untuk kelas lokal umum ada dua kategori yaitu metal silhouette PCP triposs 33 meter dan air rifle hunting pompa/spring scope 3 posisi 33 meter.
“Khusus untuk kelas pelajar dan lokal umum ini pendaftarannya gratis, alias tidak dipungut biaya sepeserpun,” terang dia.
Total hadiah yang diperebutkan adalah sebesar Rp62 juta, dengan rincian kelas open turnamen juara 1 sebesar Rp4,5 juta, juara 2 Rp3 juta dan juara 3 Rp2 juta plus piagam dan tropi.
Sementara itu, untuk juara 1 kelas lokal umum akan mendapatkan hadiah sebesar Rp2 juta, juara 2 Rp1,5 juta dan juara 3 mendapatkan Rp1 juta plus piagam dan tropi.
Untuk juara 1 kelas pelajar akan mendapatkan hadiah Rp1,5 juta, juara 2 sebesar Rp1 juta dan juara 3 Rp750 ribu plus piagam dan tropi.
Yardi optimis jumlah peserta turnamen tahun ini akan lebih banyak dibandingkan sebelumnya, sebab sampai dengan saat ini sudah ada sekitar 70 orang lebih yang mendaftar secara daring.
“Untuk open turnamen kita perkirakan akan diikuti oleh sekitar 200 peserta,” optimis dia.
Dikatakan dia lagi, bagi masyarakat yang ingin mengikuti turnamen dan lomba, bisa langsung melakukan pendaftaran di nomor kontak 0852 8024 2119 atau scan barcode yang ada di brosur/selebaran yang disebar oleh panitia melalui media sosial.(sst)
Foto : Akibat bentrokan antara warga dan aparat kepolisian di wilayah PT. HMBP, Bangkal, Seruyan, Kalteng, Sabtu (7/10/2023), mengakibatkan warga satu orang tewas dan dua orang pendemo lainnya mengalami luka berat setelah ditembaki aparat kepolisian yang ada di lokasi.
LPLHN.News.com, BUNTOK – Ketua Lembaga Pecinta Lingkungan Hidup Nusantara (LPLHN) Provinsi Kalimantan Tengah, Nanang Suhaimi mengecam dan mengaku prihatin atas terjadinya penembakan oleh aparat kepolisian yang menewaskan pendemo di Bangkal, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Sabtu (7/10/2023) kemaren.
Hal tersebut disampaikan Nanang saat ditemui di Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Minggu (8/10/2023).
Aktivis lingkungan hidup ini meminta secara khusus kepada Kapolri, untuk mengusut tuntas kasus penembakan ini dikarenakan sudah masuk ke dalam ranah pelanggaran HAM berat.
Menurut dia, aparat penegak hukum tidak seharusnya menggunakan kekerasan apalagi sampai menghilangkan nyawa masyarakat yang mereka lindung,Ayomi dan layani.mereka Demo itu adalah hal yang wajar di karenakan meminta dan menuntut hak mereka.
“Kami minta kepada Kapolri Jendral Listiyo Sigit Prabowo segera mengusut tuntas kasus ini. Karena ini sudah masuk ke dalam ranah pelanggaran HAM berat!” tegasnya.
“Tidak seharusnya Kepolisian melakukan tindakan kekerasan apalagi sampai berakibat menghilangkan nyawa masyarakat yang menuntut hak mereka di atas tanah leluhur mereka!” tambah Nanang lagi.
Dijelaskan Nanang, sebagaimana tertuang di UU nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Peraturan Pemerintah nomor 2 Tahun 2003 Tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian Republik Indonesia, siapapun polisi yang hadir dan bahkan Kapolres Seruyan dan Kapolda Kalteng selaku perwira tertinggi di daerah harus dicopot.
“Kami minta supaya Kapolres Seruyan dan Kapolda Kalteng dicopot dari jabatannya dan diproses secara hukum yang berlaku! Karena mereka yang paling bertanggung jawab atas kasus ini,” tukasnya.
Selain itu, Nanang juga meminta kepada pemerintah provinsi dan DPRD provinsi Kalimantan Tengah, untuk membentuk Pansus penyelesaian sengketa antara masyarakat dengan perusahaan perkebunan sawit yang ada di Kalteng umumnya dan khususnya yang terjadi di Bangkal tersebut.
“Kami juga meminta kepada DPRD dan Pemerintah Provinsi Kalteng untuk segera membentuk Pansus guna menyelesaikan persoalan sengketa antara masyarakat dengan perusahaan tersebut, agar jangan terulang lagi hal-hal semacam ini,” pinta dia.
“Pemerintah jangan pernah tutup mata terhadap hak-hak masyarakat, apalagi ini menyangkut hak mereka di atas tanah leluhur mereka,” tambah Nanang lagi.
Dia juga berharap supaya permasalahan ini bisa cepat terselesaikan dengan baik dan apa yang menjadi tuntutan masyarakat di wilayah tersebut menyangkut hak mereka bisa segera direalisasikan.
“Kita berharap supaya permasalahan ini bisa cepat selesai dan apa yang menjadi tuntutan warga bisa terpenuhi,” harapnya.
Pernyataan ini merupakan sikap LPLHN yang prihatin atas peristiwa penembakan oleh aparat kepolisian terhadap warga Bangkal yang menuntut hak mereka yaitu plasma di luar Hak Guna Usaha (HGU) PT. Hamparan Masawit Bangun Persada (HMBP).
Sebagaimana diketahui melalui pers rilis yang digelar oleh Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Tengah Bayu Herinata pada Minggu (8/10/2023), aksi sudah dilakukan sejak 16 September 2023. Warga menuntut dua hal pada perusahaan.
“Pertama, tuntutan [kebun] plasma 20 persen [dari total HGU], sejak berdiri perusahaan belum melakukan. Kemudian, menuntut lahan warga yang di luar HGU (Hak Guna Usaha) dikembalikan pada mereka,” terangnya.
Dijelaskan Bayu, mediasi sebenarnya telah dilakukan, tapi belum membuahkan kesepakatan. Sehingga, warga berinisiatif melancarkan tuntutan lebih keras.
Namun sayang tuntutan itu sendiri, tidak pernah difasilitasi oleh pemerintah kabupaten. Justru pemerintah menempatkan aparat kepolisian di wilayah perusahaan dan ini dianggap sebagai bentuk intimidasi terhadap aksi warga.
Akibatnya warga pun memblokade jalan di luar HGU sehingga menghambat operasional perusahaan.
“Tanpa ada dasar jelas, enggak ada pemicu, pemantik atau aksi massa, aparat melakukan tindakan represif, (pakai) gas air mata dan peluru, senjata api,” ungkap Bayu.
“Info di lapangan, dokumentasi yang beredar di medsos, ada kiriman, jelas sekali ada instruksi yang tegas dari komandan, yang menyatakan melakukan tindakan penembakan massa di lapangan.”
Salah satu instruksi yang terdengar merupakan terkait persiapan memakai senjata AK. Bayu menyebut ada perintah untuk membidik kepala warga atau peserta aksi.
Akibat bentrokan tersebut, sebanyak tiga warga terkena tembakan. Satu orang meninggal di lokasi, satu orang kritis, dan satu orang masih belum diketahui kondisi terbarunya sebab dilarikan ke rumah sakit.
Usai bentrokan terjadi, massa aksi mengevakuasi diri. Bayu menerima informasi bahwa ada sebanyak 11 warga yang ditangkap. Menurutnya, penangkapan ini tidak memiliki dasar.
“Kami mendesak aparat, kepolisian Seruyan, Kalimantan Tengah, untuk segera membebaskan warga yang ditangkap,” tegasnya.(petu)